Haloha ! kali ini aku akan menceritakan kisah lain yang gak kalah menginspirasi kalian. Ada yang tau kisahnya apa? yup! kali ini aku akan menceritakan kisah persahabatan yang sangaat menyentuh hati. penasaran kan? berikut kisahnya:
Ketika aku masih di sma, aku melihat seorang anak dari sekolahku berjalan pulang dari sekolah membawa pulang semua buku-bukunya.
"Mengapa ada orang membawa semua bukunya di hari jumat, pasti dia orang bodoh," pikirku dalam hati. Saat sedang berpikir begitu, sekelompok anak berlari ke arahnya. Mereka berlari kearahnya, menjatuhkan semua buku dari tangannya dan menjegalnya hingga jatuh. Kacamatanya terbang, dan mendarat sekitar 3 meter darinya.
Ada kesedihan yang mendalam di matanya, dan hatiku menyuruhku menghampirinya. Aku melihat air matanya saat aku menyerahkan kacamatanya.
"Orang-orang itu harus diberi pelajaran," kataku kepadanya.
Dia menatapku dengan senyum penuh terimakasih dan berkata, "Hai, terimakasih!" Aku membawakan bukunya dan berbincang sepanjang jalan pulang. Dia ternyata cukup keren, semakin aku mengenal Kyle, semakain aku menyukainya.
Selama empat tahun berikutnya, aku dan Kyle menjadi teman baik.
Lalu datanglah hari kelulusan dan Kyle harus menyiapkan pidato.
Kyle adalah salah satu murid yang menemukan jati dirinya selama di sekolah menengah.
Merasakan kegelisahannya, kutepuk punggungnya dan berkata, "Hai cowok, kamu luar biasa!"
Dia menatapku dengan senyum berucap, "Terima kasih," dan bersiap-siap untuk pidatonya.
"Wisuda adalah waktu untuk berterimakasih pada mereka yang telah membantu yang telah membantu kita melewati tahun-tahun yang sulit: orang tua, guru, dan saudara anda,....tapi kebanyakan adalah teman-teman kalian. Menjadi teman bagi seseorang adalah hadiah terbaik yang bisa kamu berikan kepada mereka." Kemudian dia menatapku dan melanjutkan,
"Aku akan menceritakan sebuah kisah." Aku melihat temanku seperti tidak percaya saat dia menceritakan kisah kami pertama bertemu. Dia telah, merencanakan untuk bunuh diri selama akhir pekan itu. Dia bercerita bagaimana dia membereskan loker sekolahnya, agar ibunya tidak harus melakukannya nantinya.
Dia menatapku tajam dan memberiku sedikit senyum, "Syukurlah aku diselamatkan. Temanku menyelamtkanku dari melakukan hal yang tak terucapkan."
Semua memperhatikannya saat dia menceritakan momen terlemahnya.
Aku melihat ibu dan ayahnya menatapku dengan senyuman penuh syukur yang sama. Belum sampai di situ aku menyadari kedalaman maknanya.
kesimpulan:
Satu kata atau tindakan kecil dapat mengubah kehidupan seseorang, menjadi lebih baik atau lebih buruk.
Menjadi alasan seseorang percaya pada kebaikan orang, dan perlahan kita bisa mengubah dunia, satu tindakan tanpa pilih-pilih setiap waktu.
Sumber: Erabaru.net
heuheu
ReplyDelete